Walaupun musisi reggae Bob Marley telah meninggal lebih dari 30 tahun
silam, tapi lagu-lagunya seperti Get Up, Stand Up dan Is This Love?
masih digemari dan terus didengarkan oleh penggemarnya di seluruh dunia.
Segala sesuatu yang terkait sang legenda, seperti buku atau dokumentasi
lainnya, yang jumlahnya tidak terhitung, terus mengalir sampai
sekarang. Dan pada pekan-pekan ini, para penggemarnya kembali dimanjakan
oleh "kehadiran" Bob Marley, yang kali ini dalam bentuk film
dokumenter, seperti dilansir bbc.co.uk, Sabtu (21/4/2012).
Dihadiri ratusan penggemarnya yang memadati
sebuah taman di ibukota Jamaika, Kingston, film dokumenter karya
sutradara Kevin Macdonald itu diputar secara perdana, Kamis (19/4) lalu.
Ini adalah filem dokumenter tentang Bob Marley yang pembuatannya
melibatkan keluarga musisi reggae itu.
Di tengah kerumunan
penggemarnya, termasuk para pedagang kali lima, sosok Bob Marley -- yang
dianggap sebagai pahlawan di tanah kelahirannya, Jamaika -- terasa
hidup kembali, pada malam itu.
"Aku adalah sang petualang jiwa,"
teriak Bob Marley, yang terdengar dari potongan-potongan filemnya,
menggetarkan para penonton yang seperti tersihir.
Sebagai hadiah
untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Jamaika, panitia pemutaran film
tidak memungut biaya bagi warga kota Kingston untuk menonton langsung
filem ini. Dengan layar tancap, penggemar Bob Marley dari kalangan
miskin dapat menikmati sosok sang idola sekaligus tokoh kesayangan warga
negara itu di udara terbuka.
Sebuah karpet merah, hijau dan
dipadu emas yang semula dihampar untuk penonton VIP, kemudian digulung
kembali, karena dianggap melanggar kesucian warna Rastafari -- merah,
hijau dan emas yang dilekatkan pada sosok Bob Marley. Meskipun film
dokumenter ini menggambarkan perjalanan singkat Marley, yang meninggal
akibat kanker pada usia 36 tahun (1981), film ini disebut-sebut lebih
"lengkap" ketimbang film-film tentang Marley sebelumnya.
"Anda
belajar tentang pria yang musiknya didengar di mana-mana, Anda belajar
bagaimana dia memulai hidupnya yang semula sulit, dan bagaimana dia
memperlakukan orang lain secara murah hati, serta bagaimana dia seperti
pria pada umumnya," kata Chris Blackwell, pemilik Island Records, yang
ikut terlibat dalam membuat film ini.
Di Jamaika, tanah kelahiran
Marley, telah ada permintaan agar Marley dijadikan pahlawan nasional,
agar posisinya mirip dengan tokoh Jamaika lainnya yang berjuang melawan
perbudakan dan kolonialisme. "Bob Marley adalah salah satu manusia
terbesar yang pernah hidup di bumi," kata Lisa Hanna, Menteri pemuda dan
budaya Jamaika, di sela-sela pemutaran film itu.
Penggemarnya
menuntut agar Marley dinobatkan menjadi pahlawan nasional. Bukan rahasia
lagi bahwa musisi reggae ini begitu dihormati. "Dia adalah pahlawan
bagi Jamaika", kata salah seorang penggemar, yang menghadiri acara itu.
"Dan film ini membuktikannya."
.jpg)







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan jika anda yang ingin komentar