Jumat, 04 Mei 2012

Film Dokumenter Bob Marley Rilis Perdana di Jamaica

Walaupun musisi reggae Bob Marley telah meninggal lebih dari 30 tahun silam, tapi lagu-lagunya seperti Get Up, Stand Up dan Is This Love? masih digemari dan terus didengarkan oleh penggemarnya di seluruh dunia. Segala sesuatu yang terkait sang legenda, seperti buku atau dokumentasi lainnya, yang jumlahnya tidak terhitung, terus mengalir sampai sekarang. Dan pada pekan-pekan ini, para penggemarnya kembali dimanjakan oleh "kehadiran" Bob Marley, yang kali ini dalam bentuk film dokumenter, seperti dilansir bbc.co.uk, Sabtu (21/4/2012).
Dihadiri ratusan penggemarnya yang memadati sebuah taman di ibukota Jamaika, Kingston, film dokumenter karya sutradara Kevin Macdonald itu diputar secara perdana, Kamis (19/4) lalu. Ini adalah filem dokumenter tentang Bob Marley yang pembuatannya melibatkan keluarga musisi reggae itu.


Di tengah kerumunan penggemarnya, termasuk para pedagang kali lima, sosok Bob Marley -- yang dianggap sebagai pahlawan di tanah kelahirannya, Jamaika -- terasa hidup kembali, pada malam itu.

"Aku adalah sang petualang jiwa," teriak Bob Marley, yang terdengar dari potongan-potongan filemnya, menggetarkan para penonton yang seperti tersihir.

Sebagai hadiah untuk memperingati 50 tahun kemerdekaan Jamaika, panitia pemutaran film tidak memungut biaya bagi warga kota Kingston untuk menonton langsung filem ini. Dengan layar tancap, penggemar Bob Marley dari kalangan miskin dapat menikmati sosok sang idola sekaligus tokoh kesayangan warga negara itu di udara terbuka.

Sebuah karpet merah, hijau dan dipadu emas yang semula dihampar untuk penonton VIP, kemudian digulung kembali, karena dianggap melanggar kesucian warna Rastafari -- merah, hijau dan emas yang dilekatkan pada sosok Bob Marley. Meskipun film dokumenter ini menggambarkan perjalanan singkat Marley, yang meninggal akibat kanker pada usia 36 tahun (1981), film ini disebut-sebut lebih "lengkap" ketimbang film-film tentang Marley sebelumnya.

"Anda belajar tentang pria yang musiknya didengar di mana-mana, Anda belajar bagaimana dia memulai hidupnya yang semula sulit, dan bagaimana dia memperlakukan orang lain secara murah hati, serta bagaimana dia seperti pria pada umumnya," kata Chris Blackwell, pemilik Island Records, yang ikut terlibat dalam membuat film ini.

Di Jamaika, tanah kelahiran Marley, telah ada permintaan agar Marley dijadikan pahlawan nasional, agar posisinya mirip dengan tokoh Jamaika lainnya yang berjuang melawan perbudakan dan kolonialisme. "Bob Marley adalah salah satu manusia terbesar yang pernah hidup di bumi," kata Lisa Hanna, Menteri pemuda dan budaya Jamaika, di sela-sela pemutaran film itu.

Penggemarnya menuntut agar Marley dinobatkan menjadi pahlawan nasional. Bukan rahasia lagi bahwa musisi reggae ini begitu dihormati.  "Dia adalah pahlawan bagi Jamaika", kata salah seorang penggemar, yang menghadiri acara itu. "Dan film ini membuktikannya."

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan jika anda yang ingin komentar